by

Diduga Depresi Warga Langowan Timur Ditemukan Tewas Gantung Diri

Minahasa, teropongsulut – Seorang perempuan paruhbaya warga Desa Sumarayar Kecamatan Langowan Timur ditemukan tidak bernyawa dalam keadaan leher terjerat tali jemuran yang digantung ke bambu dengan kaki terlipat di lantai, Senin (08/08/2022).

Menurut keterangan suaminya, YM (64), jasad istrinya FP (63) ditemukannya tergantung di bekas kandang babi di belakang rumahnya, saat dia pulang dari sawah sekitar pukul 13:30 wita.

“Sekitar pukul 07:00 wita, saya pergi ke kebun yang terletak di Desa Kawilaran untuk melihat sapi peliharaan, sekaligus menjaga padi yang mulai menguning dari serangan burung. Sekitar pukul 13:30 saya pulang rumah untuk makan siang. Namun, rumah sepi dan tidak saya temukan makanan apa pun di atas meja. Istri saya pun yang biasanya menyambut saya tiap kali pulang dari kebun, tidak terlihat,” terang YM.

“Saya lalu memanggil-manggil istri saya, tetapi tidak terdengar suara sahutan. Begitu saya mengeceknya ke belakang rumah, tepat di dalam bekas kandang babi, saya lihat lehernya sudah tergantung dengan tali jemuran yang diikatkan ke bambu,” lanjutnya.

Sementara itu, keterangan yang didapat dari Kapolsek Langowan Timur, IPTU JR. Sinaga, mengatakan diduga korban depresi karena kematian anaknya yang tenggelam di Pantai Bukit Tinggi Kakas pada bulan Mei yang lalu.

Dari pemeriksaan Tim Identifikasi Polres Minahasa, Aipda Sharudin Damadi, menjelaskan bahwa sebelum menggantung diri korban telah meminum racun serangga terlebih dahulu. Hal itu terlihat dari keluarnya darah dari hidung dan mulut akibat pecahnya pembuluh darah.

Pihak Puskesmas Wolaang, dr. Linda Kolowai membenarkan hal tersebut. Juga menambahkan, tidak ditemukannya tanda-tanda kekerasan dalam jasad korban.

Pihak keluarga menerima peristiwa gantung diri ini dan menolak untuk dilakukan otopsi terhadap jasad korban. (Novi)

Comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

News Feed